Mulai tahun ajaran ini kantin kampus lantai 2 mengalami perubahan besar-besaran, yaitu mulai diberlakukannya sistem prasmanan, artinya dengan sekali bayar (340 yen saja) dapat mengambil makanan sepuas-puasnya. Artinya, bagi yang suka makan banyak-banyak di sinilah tempat yang cocok.
Dengan adanya sistem ini maka ada strategi yang bagus buat penghematan biaya makan, yaitu ambillah makanan 2 porsi, 1 porsi buat makan siang dan 1 porsi buat makan malam sekaligus. Yang untuk makan malam bisa dimasukkan dalam plastik atau sebagainya agar dapat dibawa pulang. Akhirnya, biaya makan dapat dikurangi hingga 50 persen tanpa mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi dan tentu saja bergizi karena komposisinya seimbang (ada sayuran, buah, dan sebagainya).
Ingat, ini bukan iklan, dan jangan bilang ke siapa-siapa.
Thursday, April 06, 2006
Sega Joypolis
Hari Minggu 2 April kemarin setelah upacara penerimaan mahasiswa baru, saya, Nobita, dan Mr. T pergi ke Sega Joypolis di Odaiba. Tentu saja Mr.T tidak ikut upacaranya karena dia sudah lulus.
Sega Joypolis adalah game center milik Sega. Sekilas hampir mirip dengan game-game center lainnya dengan adanya mesin-mesin video game, tetapi yang membedakannya dengan game-game center yang lain adalah tempat ini memadukan theme park dengan game center. Untuk masuknya pun dikenai biaya. Jika hanya membeli tiket masuk saja dikenakan 500 yen, tetapi jika membeli tiket masuk plus full atraksi dikenakan 3000 yen.
Di dalamnya selain ada game juga ada roll coaster dan sebagainya. Karena merupakan theme park, untuk masuk dalam atraksi harus antre terutama dalam jam padatnya yaitu pukul 14:00 sampai 17:00.
Ada game yang tidak asing bagi kami yaitu the Lost World, game menembak dinosaurus-dinosaurus yang menyerang. Semakin cepat kalah, maka semakin cepat atraksinya selesai. Karena kami kalah dengan cepatnya maka permainannya pun cepat juga selesainya.
Nobita ternyata baru pertama kali datang ke sini. Dia ingin pergi ke sana setelah menyaksikan Discovery Channel yang menayangkan tentang adanya sebuah game center yang bernama Sega Joypolis di Tokyo.
Sega Joypolis adalah game center milik Sega. Sekilas hampir mirip dengan game-game center lainnya dengan adanya mesin-mesin video game, tetapi yang membedakannya dengan game-game center yang lain adalah tempat ini memadukan theme park dengan game center. Untuk masuknya pun dikenai biaya. Jika hanya membeli tiket masuk saja dikenakan 500 yen, tetapi jika membeli tiket masuk plus full atraksi dikenakan 3000 yen.
Di dalamnya selain ada game juga ada roll coaster dan sebagainya. Karena merupakan theme park, untuk masuk dalam atraksi harus antre terutama dalam jam padatnya yaitu pukul 14:00 sampai 17:00.
Ada game yang tidak asing bagi kami yaitu the Lost World, game menembak dinosaurus-dinosaurus yang menyerang. Semakin cepat kalah, maka semakin cepat atraksinya selesai. Karena kami kalah dengan cepatnya maka permainannya pun cepat juga selesainya.
Nobita ternyata baru pertama kali datang ke sini. Dia ingin pergi ke sana setelah menyaksikan Discovery Channel yang menayangkan tentang adanya sebuah game center yang bernama Sega Joypolis di Tokyo.
Saturday, April 01, 2006
Wind Power Plant
PLTA adalah kepanjangan dari Pembangkit Listrik Tenaga Angin. PLTA ini salah satunya terletak di halaman kampus di sini. PLTA ini dapat mendukung listrik kampus sebesar 20 persen sehingga dapat diadakan penghematan pengeluaran. PLTA ini dibuat oleh Fuji Heavy Industries (produsen mobil Subaru) bekerja sama dengan kampus.
Gambar di bawah ini adalah gambar PLTA-nya. Dengan adanya PLTA ini maka kampus di sini menjadi satu-satunya kampus di metro Tokyo yang punya PLTA (katanya).
Gambar di bawah ini adalah gambar PLTA-nya. Dengan adanya PLTA ini maka kampus di sini menjadi satu-satunya kampus di metro Tokyo yang punya PLTA (katanya).
Thursday, March 30, 2006
Watching Movie At Theater
Akhirnya nonton bioskop juga setelah 8 tahun. Terakhir kali nonton bioskop tahun 1998 dengan filmnya Titanic. Bioskopnya kalau nggak salah Regent atau Empire (lupa nih). Waktu itu hanya beberapa hari sebelum Ebta SMP (tepatnya SLTP). Setelah itu bioskop bagus-bagus di Jogja bertumbangan, kalau nggak kebakaran (Empire, Regent), ya bangkrut (Ratih dll). Jadinya kalau lihat film ya di rumah.
Kali ini, bersama bapak, ibu, Mimi, kami nonton Narnia di bioskop dekat Ginza (Film Narnia agak terlambat sampai di Japan, nggak tahu kenapa) . 3 orang dari kami menikmati filmnya, sedangkan satu orang yaitu si Bapak malah ribut-ribut dengan sebelahnya. Kasihan deh orang di sebelah itu. Mungkin dia ingin menjelaskan sesuatu, tapi karena dengan bahasa Jepang, maka bapak tidak mengerti. Ketika filmnya sudah habis orang ini sudah menghilang entah ke mana. Ya sudah.
Kali ini, bersama bapak, ibu, Mimi, kami nonton Narnia di bioskop dekat Ginza (Film Narnia agak terlambat sampai di Japan, nggak tahu kenapa) . 3 orang dari kami menikmati filmnya, sedangkan satu orang yaitu si Bapak malah ribut-ribut dengan sebelahnya. Kasihan deh orang di sebelah itu. Mungkin dia ingin menjelaskan sesuatu, tapi karena dengan bahasa Jepang, maka bapak tidak mengerti. Ketika filmnya sudah habis orang ini sudah menghilang entah ke mana. Ya sudah.
Monday, March 27, 2006
Lulus
Hari Minggu tanggal 19 Maret wisuda. Seharusnya datang jam 9:00, tapi sampai di gedungnya sudah jam 09:45 gara-gara salah perhitungan waktu tempuh pakai kereta. Alhasil, banyak e-mail dari si Nobita yang bilang bahwa saya dicari oleh panitia karena belum muncul-muncul. Terakhir saya ditelepon langsung oleh panitianya. Waduh.
Habis dari wisuda, ambil ijazah di kampus Kanda, lalu malamnya makan-makan di rumah Nobita sambil main macam-macam. Makanannya enak-enak (ayam goreng dll) dan mainannya juga macam-macam. Di sana ada Godzilla juga. Siapa Godzilla hayo?
Habis dari wisuda, ambil ijazah di kampus Kanda, lalu malamnya makan-makan di rumah Nobita sambil main macam-macam. Makanannya enak-enak (ayam goreng dll) dan mainannya juga macam-macam. Di sana ada Godzilla juga. Siapa Godzilla hayo?
Subscribe to:
Posts (Atom)

